Gw rasa semua orang tau issue lingkungan apa yang paling banyak dibicarakan orang saat ini.. GLOBAL WARMING..
Gw rasa hampir semuanya udah paham akan apa itu EFEK RUMAH KACA..
Tapi ada yang jarang kita denger, yaitu BAK MANDI CO2.
Ini yang gw temukan dari sebuah artikel di majalah National Geographic milik temen gw, yang menurut gw layak buat di share.
Empat per lima CO2 dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Sisanya dari penebangan hutan dan perubahan dalam pemanfaatan lahan. Buat temen-temen gw di IPB yang ada sangkutpautnya ama hutan dan pemanfaatan lahan (salah satu yang kita perjuangkan di tugu rakyat) tolong digarisbawahi.
Di artikelnya ditulis,
Menurut John Sterman, terdapat kesalahan manusia yang mendasar yang merintangi upaya perang terhadap pemanasan global. Yang dimaksud Sterman bukanlah keserakahan, sifat egois, atau sifat-sifat buruk lainnya. Ia sedang membicarakan keterbatasan pemahaman. “Masalah penting dan laten mengenai cara manusia berpikir,”begitu menurut Sterman. Hal itu ia amati selama menguji mahasiswa pasrcasarjana di Sloan School of Management di Massachuseetts Institute of Technology (MIT), tempat ia mengajar ilmu sistem dinamika. Menurut Sterman, para muridnya itu, walaupun sangat cerdas dan mahir kalkulus, ternyata kurang memiliki pemahaman intuitif tentang sebuah sistem yang sederhana tetapi vital: BAK MANDI. (National Geographic, December 2009)
Jadi gini, yang dimaksud bak mandi itu adalah air keran bak mandi dengan sumbat saluran pembuangan yang terbuka. Ketinggian air diumpamakan kadar karbondioksida di bumi. Nah, air itu bisa abis dari bak kalo buangan air lebih cepat dari laju aliran air yang di keran kan. Begitu juga bumi kita. Tumbuhan, lautan, dan batuan sediment memang menyerap karbondioksida di bumi kita. Buat informasi aja, yang diserap tumbuhan sekitar 30%, yang diserap lautan sekitar 25%, batuan dan sediment sekitar 1%. Sementara sisanya tetap berada di udara dalam waktu yang lama. Dan di artikel ini juga gw baca kalo karbondioksida yang dilepas ke udara saat ini hampir dua kali lipat lebih cepat daripada yang dibersihkan. Sehingga atmosfer akan terus terisi dan kian penuh. Ngeri banget kan! Kebayang dong bak mandi kita terus terisi penuh karena saluran pembuangannya kecil sementara airnya makin cepat mengisi, kemudian bak mandi penuh, dan terus terisi sampai isinya tumpah!
Di artikel ini juga ditulis sebagian mahasiswa berpikir, peningkatan kadar karbondioksida dapat dihentikan hanya dengan menghentikan pertambahan emisi. Padahal tetumbuhan dan lautan butuh berabad-abad untuk menyerap sebagian karbondioksida kita. Dibutuhkan ratusan milenium menyingkirkan semua karbondioksida dengan batu yang terkikis oleh iklim,yang mengubah karbondioksida jadi sedimen dan batuan karbonat.
Hmmm, tapi bukannya usaha kita buat ngurangin emisi yang dilepas sia-sia loh. Seengganya walaupun lambat tapi pasti. Dan udara di sekitar kita sedikitnya bakal lebih seger walaupun mungkin dikit banget. Karena seperti yang udah dipaparkan di atas. Buat bikin keadaan bumi normal kembali butuh waktu yang sangat lama.
Makannya, buat mempercepat(walaupun mungkin tetep aja lama..hehe) berkurangnya karbondioksida yang masih ngambang-ngambang di udara itu, kita jaga kelestarian bumi, jangan nambah-nambah emisi. Dimulai dari diri sendiri aja dengan kesadaran jangan terlalu banyak mempergunakan plastik (walaupun gw tau kita gabisa lepas dari plastik, kan seengganya ngurangin). Bawa tempat minum kemana-mana. Kalo belanja masukin tas aja kalo emang bisa dan gw bener2 appreciate sama beberapa produsen yang udah mengganti plastiknya dengan yang ramah lingkungan karena mudah terurai. Kurangin penggunaan kertas. Kalo ngerjain tugas di kertas, pake kertas bekas. Kertas kan dibikin dari pohon. Kurangin penambahan emisi dengan pemakaian kendaraan yang asap buangannya termasuk penyumbang terbesar pengotor udara yang bikin kita sesek. Gapapalah pake juga kalo emang butuh bgt. Gw tau ada nilai ekonomisnya pake kendaraan pribadi semacam motor. Tapi, gw cuma nyaranin, kalo emang jaraknya deket atau bisa dijangkau dengan jalan kaki atau bersepeda, medingan ga usah dipake itu kendaraan bermotor.
Disini gw bukan nasehatin, cuma mengajak. Gw sebagai manusia yang hidup di zaman modern ini juga agak susah lepas dari yang namanya pemborosan pembuangan limbah. Tapi, yang penting ada usaha dari kita demi kelangsungan hidup manusia di planet bumi. Demi melihat kelangsungan hidup generasi penerus kita yang kita harap masih melihat indahnya panorama bumi dengan hijaunya. Dan demi hidup yang lebih baik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar